Kajian Al-Hikam 187, Rantai Kewajiban Pemicu Semangat Ibadah




NUBOGOR -
علم قلة نهوض العباد الى معاملته فاوجب عليهم وجود طاعته فساقهم اليه بسلاسل الايجاب عجب ربك من قوم يساقون الى الجنة بالسلاسل

"Allah mengetahui kecilnya motivasi hamba dalam menjalankan ibadah, maka Allah mewajibkan mereka melaksanakan ketaatan kemudian Allah menarik mereka dengan rantai kewajiban. Maka hal ini membuat heran Tuhanmu terhadap kaum yang ditarik ke surga dengan beberapa rantai."

Maqalah di atas menjelaskan bahwa Allah mengetahui karakter hamba yang malas melakukan ibadah maka Allah memaksa mereka dengan memberi kewajiban dalam melaksanakan ibadah. Ketika sudah ada ketetapan dari Allah terkait hukum wajib dalam melaksanakan ibadah yang fardhu maka hal ini dapat memacu semangat hamba dalam melaksanakan ibadah.

Baca Juga : Al-Hikam 188, Surga Balasan Bagi Hamba yang Taat

Namun sikap demikian menunjukkan masih adanya sikap kekanakan. Ibarat anak kecil baru bangkit semangatnya jika dalam melakukan sesuatu ada iming-iming permen atau hadiah. Jika tidak ada upahnya maka sikapnya akan bermalasan melakukan sesuatu.

Ketika mereka diberikan kewajiban maka sesungguhnya hal ini untuk memaksa mereka supaya melaksanakan ketaatan. Karena itu, Allah kagum dengan sikap hamba yang amatir ketika melaksanakan ketaatan harus dipaksa dengan rantai kewajiban bukan dengan kesadaran apalagi dengan cinta.

Semoga Allah dapat melimpahkan rahmat-Nya kepada kita sehingga dalam melaksanakan ketaatan didasari dengan cinta dan kerinduan perjumpaan dengan Sang Kekasih.

Dr. KH. Ali M. Abdillah MA Dewan Penasihat PC. GP Ansor, Kabupaten Bogor yang juga Pengasuh Al-Rabbani Islamic College, Gunungputri Bogor. (Al-Rabbani, 17 April 2020).

Belum ada Komentar untuk "Kajian Al-Hikam 187, Rantai Kewajiban Pemicu Semangat Ibadah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2



Iklan Bawah Artikel