Kajian Al-Hikam 185, Pertanda Mengikuti Hawa Nafsu







NUBOGOR -
من علامة اتباع الهوى المسارعة الى نوافل الخيرات والتكاسل عن القيام بالواجبات

"Sebagai tanda mengikuti hawa nafsu yaitu bergegas melaksanakan kebaikan yang bersifat sunnah dan malas melaksanakan yang wajib."

Maqalah di atas menjelaskan bahwa sebagai pertanda orang yang mengikuti hawa nafsu dalam ibadah yaitu terlalu bersemangat melaksanakan yang sunah sementara menjalankan yang wajib bermalas-malasan. Contohnya, bersemangat melaksanakan shalat sunnah tahajud yaitu shalat di malam hari tapi sholat subuhnya ketinggalan karena tertidur.

Semestinya harus berimbang antara melaksanakan shalat fardhu lima waktu dengan shalat sunnah lainnya. Contoh lain, terlalu bersemangat melaksanakan umrah berkali-kali yang hukumnya sunnah sementara ada tetangga dan saudaranya yang miskin dan kesulitan untuk makan diabaikan dan tidak ditolong dan tidak disantuni. Itulah contoh ibadah yang masih diperdaya oleh hawa nafsu.

Baca Juga : Kajian Al-Hikam 186

Karena itu, kita harus bisa mengontrol diri saat beribadah, apakah ibadah kita masih karena hawa nafsu atau karena Allah, masihkah kita berlomba-lomba melaksanakan yang sunah-sunah sementara yang wajib diabaikan ? Idealnya yang wajib diutamakan kemudian yang sunnah melengkapinya.

Semoga Allah membimbing kita dapat melepas diri dari tipu daya hawa nafsu yang selalu memperdaya diri kita.

Dr. KH. Ali M. Abdillah MA Dewan Penasihat PC. GP Ansor, Kabupaten Bogor yang juga Pengasuh Al-Rabbani Islamic College, Gunungputri Bogor. (Al-Rabbani, 20 April 2020). 

Belum ada Komentar untuk "Kajian Al-Hikam 185, Pertanda Mengikuti Hawa Nafsu"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2



Iklan Bawah Artikel