Kajian Al-Hikam 182, Memandang Pemberi Hakiki





NUBOGOR -

لاتمدن يدك الى الاخذ من الخلاءق الا ان ترى ان المعطي فيهم مولاك فاذا كنت كذلك فخذ ماوافقك العلم 

"Jangan ulurkan tanganmu untuk mengambil (sesuatu) dari makhluk kecuali kamu dapat melihat bahwa sesungguhnya pemberi (yang hakiki) yaitu Tuhanmu, maka apabila dirimu dalam kondisi yang demikian maka ambillah sesuatu yang sesuai dengan ilmu."

Maqalah di atas menjelaskan bahwa seringkali manusia sulit memandang Allah dalam menerima sesuatu dari makhluk, seperti seseorang menerima hadiah dari temannya atau atasannya biasanya yg dipandang sebatas makhluk. Jika pandangannya sebatas makhluk maka sulit dapat memandang Allah, padahal sejatinya pemberi yang hakiki yaitu Allah, sedangkan makhluk hanya sebagai perantara saja.

Baca Juga : Harlah Ke-86 Tahun, Gp Ansor Aksi Donor Darah

Namun demikian, sebagai adab dan etika hendaknya mengucapkan terima kasih kepada atasan atau teman yang telah memberikan hadiah tersebut, sedangkan keyakinan dalam hati tetap memandang Allah sebagai pemberi yg hakiki. Dengan demikian, pandangan kita tidak terhijab sebatas makhluk melainkan mampu memandang pemberi yang hakiki yaitu Allah. Semoga Allah melimpahkan keluasan ilmu lahir dan batin sehingga kita dapat mengamalkan secara tepat dan proporsional.

Dr. KH. Ali M. Abdillah MA Dewan Penasihat PC. GP Ansor, Kabupaten Bogor yang juga Pengasuh Al-Rabbani Islamic College, Gunungputri Bogor. (Al-Rabbani, 24 April 2020)

Belum ada Komentar untuk "Kajian Al-Hikam 182, Memandang Pemberi Hakiki"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel