Kajian Al-Hikam 180, Pendapat soal Maqam Tahapan Perjalanan Ruhani





NUBOGOR -

ربما عبر عن المقام من استشرف عليه وربما عبر عنه من وصل اليه وذلك ملتبس الاعلى صاحب بصيرة


"Terkadang orang yang (baru) memperoleh pencerahan spiritual berbicara soal maqam (tahapan perjalanan ruhani), dan terkadang juga orang yang telah sampai pada maqam tersebut berbicara soal maqam. Demikian itu masih samar kecuali bagi orang yang terbuka mata hatinya."

Maqalah diatas menjelaskan bahwa membicarakan maqam (tahapan perjalanan spiritual) itu tiga tahap. Pertama, bagi orang yang mencapai ilmu yakin yaitu orang yang baru terbuka pemahamanya tentang ilmu-ilmu batiniyah. Penjelasan soal maqam pada tahap ini masih bersifat teoritis. Kedua, bagi orang yang sudah mencapai 'ainul yakin yaitu telah merasakan tahapan perjalanan spiritual secara praktis.

Penjelasan soal maqam pada tahap ini bersifat praktis namun belum mencapai tahqiq. Maka penjelasan soal ilmu-ilmu batiniyah bagi orang yang mencapai ilmul yakin dan 'ainul yaqin masih samar karena belum mencapai puncak haqqul yakin.

Ketiga, bagi orang yang telah mencapai tahapan haqqul yakin memiliki bashiratul qalbi yaitu pandangan mata hati yang sangat tajam karena sudah tersingkap hijabnya sehingga pandangannya tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Semoga Allah senantiasa membimbing kita dapat merasakan tahapan perjalanan ruhani mulai dari ilmul yakin, 'ainul yakin hingga haqqul yakin.


Dr. KH. Ali M. Abdillah MA Dewan Penasihat PC. GP Ansor, Kabupaten Bogor yang juga Pengasuh Al-Rabbani Islamic College, Gunungputri Bogor. (Al-Rabbani, 27 April 2020).

Belum ada Komentar untuk "Kajian Al-Hikam 180, Pendapat soal Maqam Tahapan Perjalanan Ruhani"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel