Kajian Al-Hikam 179, Lezatnya Ilmu Batin




NUBOGOR -

العبارات قوت لعاءلة المستمعين وليس لك الا ما انت له اكل

"Ungkapan-ungkapan sufistik (tentang ilmu ketuhanan) menjadi nutrisi batin bagi orang-orang yang mendengarnya (yang memiliki frekwensi batin yang sama), dan anda tidak akan memperolehnya kecuali anda bisa menikmati dan merasakan hidangan (ilmu ketuhanan) tersebut.

Maqalah di atas menjelaskan bahwa ilmu ada yang dhahir (eksoteric) dan ilmu batin esoteric). Ilmu yang sifatnya dhahir dapat dipahami secara lahiriyah, sedangkan ilmu batin dapat dinikmati secara batin. Ungkapan para sufi terkait ilmu ketuhanan termasuk ilmu batin yang bisa dipahami oleh orang-orang yang memiliki frekwensi yang sama batiniyahnya.

Maka bagi orang awam yang diberikan ilmu dhahir akan sulit dapat mencerna dan memahaminya karena ada perbedaan frekwensi. Sejak zaman Nabi Muhammad Saw sdh ada para sahabat yang hanya memperoleh ilmu dhahir saja, namun ada pula para sahabat yang memperoleh ilmu dhahir dan batin.

Oleh karena itu, bersyukurlah bagi orang yang telah diberikan anugerah ilmu baik lahir maupun batin sehingga dapat menikmatinya. Semoga Allah melimpahkan kepada kita baik ilmu dhahir maupun batin sehingga kita dapat menikmati lezatnya iman, islam dan Ihsan.

Dr. KH. Ali M. Abdillah MA Dewan Penasihat PC. GP Ansor, Kabupaten Bogor yang juga Pengasuh Al-Rabbani Islamic College, Gunungputri Bogor. (Al-Rabbani, 29 April 2020).

Belum ada Komentar untuk "Kajian Al-Hikam 179, Lezatnya Ilmu Batin "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel