Kajian Al-Hikam 178, Pancaran Ilmu Batin





NUBOGOR -

عبارتهم امالفيضان وجد اولقصد هداية مريد فالاول حال السالكين والثاني حال ارباب المكنة والمحققين


"Ungkapan ruhani para pejalan ada kalanya sebagai bias pengalaman ruhani yang dirasakan para salik atau memiliki tujuan (seorang guru) memberikan bimbingan kepada murid.

Kondisi yang pertama merupakan gambaran para salik. Sedangkan kondisi kedua sebagai gambaran orang-orang yang sudah memiliki kemapanan ruhani dan sudah mencapai puncak keyakinan (muhaqqiqin) yaitu para guru ruhani."

Maqalah diatas menggambarkan adanya ungkapan-ungkapan sufistik yang sering keluar dari para salik. Kondisi para pejalan yang sedang merasakan gelora ruhani seringkali keluar kalimat-kalimat sufistik sebagai ekpresi gelora batiniyahnya karena sedang merasakan pencerahan ruhani.

Selain itu, para guru sufi juga sering menyampaikan ilmu-ilmu ketuhanan kepada para muridnya tujuannya supaya para murid dapat memahami secara teoritis ilmu-ilmu ketuhanan sehingga diharapkan suatu saat para murid bisa merasakannya. Semoga Allah senantiasa membukakan pintu pemahaman ilmu-ilmu ketuhanan dan dapat merasakan secara dzauq (rasa).

Dr. KH. Ali M. Abdillah MA Dewan Penasihat PC. GP Ansor, Kabupaten Bogor yang juga Pengasuh Al-Rabbani Islamic College, Gunungputri Bogor, (Al-Rabbani, 30 April 2020).

Belum ada Komentar untuk "Kajian Al-Hikam 178, Pancaran Ilmu Batin"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel