Kajian al-Hikam (118) : Mawas Diri dalam Beramal

NU Bogor -

Kajian al-Hikam (118)

Mawas Diri dalam Beramal

لانهاية لمذامّك ان ارجعك اليك ولا تفرغ مداءحك ان اظهر جوده عليك

”Tiada batas  kecelaanmu jika Allah mengembalikan -semua amal perbuatan- pada dirimu, dan tidak akan sepi pujian pada dirimu, jika Allah menampakkan kemurahan-Nya padamu.”

Maqalah diatas dapat membuka kesadaran kita bahwa sejatinya kita sebagai hamba sebatas menjalankan apa yang menjadi titah (kehendak) Gusti Allah sehingga kita benar-benar berpegang prinsip lahaula walaquwwata illabillah. Sebab jika muncul sikap merasa dirinya bisa berbuat amal yang diakui oleh kekuatan dirinya maka akan nampak kecelaan dan kekurangan sempurnaan   amal kita sehingga amal kita tidak layak diterima oleh Allah.
Namun jika amal kita dikembalikan kepada Allah niscaya kekurangan- kekurangan amal kita akan disempurnakan oleh Allah. Itulah wujud kemurahan Allah yang dilimpahkan kepada kita. Karena itu, hilangkan ego pengakuan diri kita dalam berbuat amal niscaya kekurangan kita akan ditutupi dan disempurnakan oleh Allah.

Semoga kita menjadi hamba yang pandai mawas diri dan berhati- berhati dalam beramal, jangan sampai kita terpeleset oleh ego kita dalam beramal.



Dr. KH. Ali M. Abdillah, MA
al-Rabbani

Belum ada Komentar untuk "Kajian al-Hikam (118) : Mawas Diri dalam Beramal"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2



Iklan Bawah Artikel