Kajian al-Hikam (92) : Hikmah dibalik Kepedihan

NU Bogor -



Kajian al-Hikam 92
Hikmah dibalik Kepedihan

اِنَّمَا يوُءَلِّمكَ المَنْعُ لِعَدَمِ فَهْمِكَ عَنِ اللهِ فيهِ
“Sesungguhnya yang menyebabkan terasa pedih yang menyayat yaitu penolakan Allah atas segala keinginanmu,  karena kamu belum memahami hikmah dari Allah dibalik penolakan.”

Maqalah di atas menjelaskan bahwa dibalik kepedihan yang menyayat jiwa selalu ada hikmah dibaliknya. Karakter manusia ingin apa yang diinginkan terkabul dan diijabah oleh Allah. Namun seringkali manusia menghadapi kenyataan yang berbeda, seperti ingin sukses dan kaya raya tapi kenyataanya usahanya malah bangkrut dan mengalami kerugian.

Dalam kondisi yang demikian, jangan lantas muncul su'ul adab dan su'udzon kepada Allah, kenapa pengen sukses kok malah dikasih kepedihan ? Tapi yakinilah bahwa dibalik kondisi pahit yang dirasakan sesungguhnya Allah meletakkan hamparan hikmah dibaliknya. Bisa jadi dengan kondisi yang pahit tersebut menjadi pintu membuka kesadaran untuk melakukan interopeksi ke dalam diri, mengevaluasi kesalahan yang sudah dilakukan dan bangkit kembali dengan semangat yang tinggi serta tawakal kepada Allah.

Banyak sekali hikmah yang tersimpan dibalik kepahitan, bisa jadi dengan kepahitan tersebut dapat menjadi obat untuk membangkitkan semangat baru yang berbuah manis.

Semoga kita semakin pandai mengambil hikmah dibalik peristiwa yang terjadi dan tetap husnudhan kepada Allah yang disertai kerja keras dan tawakal kepada Allah.

DR. KH. Ali M. Abdillah, MA
al-Rabbani Islamic College, Nagrak, Gunungputri, Bogor
 

Belum ada Komentar untuk "Kajian al-Hikam (92) : Hikmah dibalik Kepedihan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2



Iklan Bawah Artikel