Kajian al-Hikam (79) : Tipu daya dalam Menuju Allah

NU Bogor -



Kajian al-Hikam 79
Tipu daya dalam Menuju Allah

الحزنُ علٰى فِقداَنِ الطَّاعةِ مع عدمِ النُّهوْضِ اليها من علامات الاِغتِرارِ

"Bersikap sedih tidak dapat melakukan ketaatan namun tidak disertai bangkit dalam melaksanakan ibadah termasuk ciri-ciri orang yang tertipu dalam berjalan menuju Allah."

Maqalah diatas mengingatkan kita bahwa dalam berjalan menuju Allah banyak sekali godaan dan rintangan yang menghadang datang silih berganti. Salah satunya yaitu munculnya kesedihan ketika lalai tidak melaksanakan ibadah namun tidak disertai semangat untuk bangkit memperbaikinya. Sikap sedihnya saja tidak cukup namun harus ada aksi nyata untuk memperbaikinya.

Rintangan berjalan menuju Allah berlapis-lapis, ada kalanya sudah menjalankan ketaatan tapi muncul sikap angkuh dan sombong, ada pula yang terjatuh dalam kubangan kemaksiatan namun hanya merana dalam kesedihan tidak ada semangat lagi untuk bangkit memperbaikinya. 

Sikap yang demikian sebagai pertanda orang yang masih tertipu denganhawa nafsu yang masih membelenggunya. Karena itu, mari kita bangkitkan semangat kita dalam menjawab segala bentuk rintangan dalam menuju Allah supaya diri kita terlepas dari belenggu hawa nafsu yang memperdaya diri kita.

Semoga Allah memberi kekuatan lahir dan batin kepada kita untuk bangkit memperbaiki diri dalam melaksanakan ibadah kepada Allah.

DR. KH. Ali M. Abdillah, MA
al-Rabbani Islamic College, Nagrak, Gunungputri, Bogor
 

Belum ada Komentar untuk "Kajian al-Hikam (79) : Tipu daya dalam Menuju Allah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel