Kajian al-Hikam (38) : Perbedaan Antara Orang Yang Wushul Dengan Orang Awam

Kajian al-Hikam (38) : Perbedaan Antara Orang Yang Wushul Dengan Orang Awam
NU Bogor -
Kajian al-Hikam 38
Perbedaan Antara Orang Yang Wushul Dengan Orang Awam

ليُنفق ذوسَعَةٍ من سعَتهِ الوَاصِلوْنَ اِليهِ ومن قدِرَ عليهِ رِزْقهُ السَّا ءِرُونَ اِليْهِ

"Hendaknya tiap orang kaya membelanjakan sesuai kekayaannya, yaitu mereka yang telah wushul (sampai kepada Allah). Dan orang yang terbatas rezekinya, yaitu orang sedang berjalan menuju kepada Allah."

Dua ayat di atas menggambarkan perbedaan kondisi orang yang telah wushul (sampai kepada Allah) dengan orang awam yang tidak bergegas menuju Allah. Orang yang telah wushul kepada Allah dapat menyaksikan Allah dalam perwujudan alam semesta, karena Allah yang menciptakan dan mengadakan alam semesta. Para sufi menyebut alam semesta sebaga tajallidan madhar-Nya. Mereka memiliki keluasan pandangan dalam menyaksikan wujudullah baik dalam bentuk Jalal dan Jamal-Nya. Mereka ibarat orang kaya yang memiliki kekayaan ruhani tak terbatas, mereka dapat memberikan pencerahan dan mengalirkan ilmu-ilmu ketuhanan di tengah kegelapan masyarakat awam yang ilmunya terbatas. Maka bersyukurlah jika di sekelilingmu ada orang yang memiliki anugerah wushul karena dapat menerangi kegelapan akal dan jiwa kita. Semoga Allah senantiasa  melimpahkan anugerah ilmu-ilmu ilahiyah kepada kita sehingga menjadi penerang hidup kita baik di dunia maupun di akherat kelak.

Dr. KH. Ali M. Abdillah, MA

Pimpinan Ponpes Al Rabbani Bogor

Belum ada Komentar untuk "Kajian al-Hikam (38) : Perbedaan Antara Orang Yang Wushul Dengan Orang Awam "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel